Friday, 14 December 2018

Tradisi Jawa Pilih Tanggal dan Hari Pernikahan

Kita semua meyakini bahwa semua hari itu pasti baik, apalagi untuk melangsungkan pernikahan. Pernikahan adalah sebuah niat baik yang didasarkan atas sunah Rasulullah untuk mencapai rahman dan rahim nya Allah. Namun tetap saja dalam adat Jawa pasti ada hari yang dianggap paling baik untuk melangsungkan pernikahan. Weton kelahiran mempelai berdua adalah dasar perhitungan hari baik dimana pada hari itulah diyakini masyarakat Jawa sebagai hari keberuntungan dan keselamatan. Nah, bagaimana hitungan hari baik pernikahan berdasarkan weton dalam adat Jawa?

Dalam kehidupan masyarakat Jawa yang masih memegang budaya dan kepercayaan tradisional dikenal adanya istilah ‘hari baik’ dan ‘hari buruk’. Maksudnya, ada suatu kepercayaan bahwa hari-hari dalamkehidupan manusia mempunyai pengaruh kegaiban tertentu bagi manusia,ada yang pengaruhnya baik, ada yang pengaruhnya buruk, dan pengaruh tersebut dapat berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara jangka panjang.

Tidak terkecuali pernikahan yang merupakan salah satu titik terpenting dalam hidup manusia. Kami memasang perhitungan hari baik ini sebagai masukan untuk pasangan yang sedang memilih hari baik pernikahan.

Nah, bagaimana hitungan hari baik pernikahan berdasarkan weton dalam adat Jawa?

1. Melihat “neptu”
Dalam tahap awal, calon pengantin akan dilihat neptu atau nilainya. Caranya dengan menghitung berapa jumlah huruf dari nama kedua calon pengantin. Dan cocokkan pula dengan tanggal, bulan, tahun lahir dan bila perlu sertakan jam lahir.

2. Cocokkan dengan primbon
Dari hasil yang telah dihitung tadi akan dicocokkan dengan primbon. Primbon adalah buku panduan yang berisi tentang perhitungan dan ramalan kehidupan manusia meliputi mimpi hingga jodoh.

3. Apabila calon pengantin memiliki weton yang sama
Kedua calon pengantin yang memiliki weton yang sama disarankan menikah di hari lain. Maksudnya apabila calon pengantin pria lahir saat wage, dan calon pengantin wanita juga sama lahir saat wage. Maka dianjurkan hari pernikahan dilaksanakan pada hari lain seperti pahing, pon atau kliwon, kecuali wage.

4. Untuk memperoleh keselamatan dan kelancaran
Selain untuk mendapatkan kelanggengan, makna lain yang terkandung dalam menentukan hari baik ialah untuk keselamatan dan kelancaran segala hal yang terdiri dari lima poin penting. Lima poin penting yang dimaksud adalah kebutuhan mencukupi sandang-pangan-papan, tercapainya kesehatan lahir batin, mendapat kedudukan yang baik, keselamatan jiwa, dan menyangkut ketika menghadapi ajal.

No comments:

Post a Comment

MITOS DAN PANTANG LARANG PERKAWINAN ADAT JAWA

MITOS DAN PANTANG LARANG PERKAWINAN ADAT JAWA. Bagi setiap manusia   p ernikahan merupakan suatu hal yang dianjurkan oleh kepercayaan manus...