Wednesday, 26 December 2018

MITOS DAN PANTANG LARANG PERKAWINAN ADAT JAWA

MITOS DAN PANTANG LARANG PERKAWINAN ADAT JAWA. Bagi setiap manusia pernikahan merupakan suatu hal yang dianjurkan oleh kepercayaan manusia di bumi ini, menikah merupakan jalan untuk menciptakan keturunan manusia di bumi ini, terlepas dari cinta yang sudah di tetapkan atau bahkan jodoh keinginan orang tua, ternyata ada mitos yang dipercaya masyarakat jawa seputar larangan pernikahan.

Di jawa sendiri sangat kental dengan hal hal yang demikian, pulau yang misterius ini menyimpan banyak tradisi dan budaya di dalam masyarakat termasuk dalam hal pernikahan, nah untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan 5 Mitos seputar larangan pernikahan menurut ada jawa.

1. Weton jodoh
Dalam mencari hari baik untuk menggelar resepsi pernikahan, masyarakat Jawa biasanya melakukan perhitungan untuk memilih tanggal berdasarkan weton. Dari situlah nantinya akan didapatkan hari-hari apa yang sebaiknya dihindari jika ingin pernikahan awet. Tak jarang ada yang sampai pada taraf ekstrem. Jika weton kedua pasangan dianggap tidak berjodoh, maka pernikahan bisa dibatalkan. Wah!

2. Jilu dan lusan
Apa yang mendasari anak pertama dilarang menikah dengan anak ketiga? Menurut kepercayaan Jawa, anak pertama sebaiknya tidak menikah dengan anak ketiga (diistilahkan dengan jilu, siji ketemu telu), atau anak ketiga dengan anak pertama (lusan, telu ketemu sepisan). Hal ini dikarenakan ada keyakinan bahwa pernikahannya akan banyak mendapat cobaan dan masalah. Inovasee pernah mengulas tentang mitos lusan pada artikel yang bisa kamu baca di sini.

3. SIji jejer telu
Siji jejer telu atau satu berjajar tiga memiliki maksud kedua pasangan sama-sama anak pertama, dan salah satu orang tuanya juga anak pertama dalam keluarga. Jika ada ‘formasi’ semacam ini, masyarakat Jawa percaya bahwa pernikahan tersebut akan mendapat sial dan malapetaka.

4. Posisi rumah berhadapan
Tak hanya urusan anak nomor berapa yang jadi bahan pertimbangan masyarakat Jawa dalam menentukan jodoh, namun juga perkara letak rumahnya. Di Jawa Timur, kepercayaan yang beredar menyebutkan bahwa calon pengantin yang rumahnya tinggal berhadapan dilarang menikah karena bisa mendatangkan masalah di kehidupannya.

Posisi rumah kedua calon pengantin tidak boleh berhadapan . Jika tetap nekat ingin menikah, maka salah satu rumah harus direnovasi dengan memindah arah hadapan muka rumahnya agar tidak saling bertemu. Solusi lain, salah satu calon bisa diangkat oleh kerabat, sehingga dianggap tidak tinggal di dalam rumah yang posisinya berhadapan. Rumit, ya?

5. Bulan Syuro
Masyarakat Jawa menganggap menikah di bulan Syuro adalah hal yang pantang dilakukan. Masyarakat Jawa pantang menggelar pernikahan di bulan Syuro atau Muharram karena dipercaya sebagai waktu yang keramat. Tak hanya pernikahan, segala macam hajatan besar lainnya pun tidak boleh dilakukan pada bulan ini karena diyakini bisa mendatangkan musibah bagi keluarga besar.

Itulah mitos-mitos yang telah beredar di masyarakat Jawa sejak dahulu dan diwariskan turun-temurun, meski terkadang bertentangan dengan logika. Jadi, kamu memilih percaya atau tidak?

Friday, 14 December 2018

Mitos Pernikahan Adat Jawa

Pernikahan merupakan suatu hal yang dianjurkan oleh kepercayaan manusia di bumi ini, menikah merupakan jalan untuk menciptakan keturunan manusia di bumi ini, terlepas dari cinta yang sudah di tetapkan atau bahkan jodoh keinginan orang tua, ternyata ada mitos yang dipercaya masyarakat jawa seputar larangan pernikahan.

Di jawa sendiri sangat kental dengan hal hal yang demikian, pulau yang misterius ini menyimpan banyak tradisi dan budaya di dalam masyarakat termasuk dalam hal pernikahan, nah untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan 5 Mitos seputar larangan pernikahan menurut ada jawa.

1. Weton jodoh
Dalam mencari hari baik untuk menggelar resepsi pernikahan, masyarakat Jawa biasanya melakukan perhitungan untuk memilih tanggal berdasarkan weton. Dari situlah nantinya akan didapatkan hari-hari apa yang sebaiknya dihindari jika ingin pernikahan awet. Tak jarang ada yang sampai pada taraf ekstrem. Jika weton kedua pasangan dianggap tidak berjodoh, maka pernikahan bisa dibatalkan. Wah!

2. Jilu dan lusan

Apa yang mendasari anak pertama dilarang menikah dengan anak ketiga? Menurut kepercayaan Jawa, anak pertama sebaiknya tidak menikah dengan anak ketiga (diistilahkan dengan jilu, siji ketemu telu), atau anak ketiga dengan anak pertama (lusan, telu ketemu sepisan). Hal ini dikarenakan ada keyakinan bahwa pernikahannya akan banyak mendapat cobaan dan masalah. Inovasee pernah mengulas tentang mitos lusan pada artikel yang bisa kamu baca di sini.

3. SIji jejer telu
Siji jejer telu atau satu berjajar tiga memiliki maksud kedua pasangan sama-sama anak pertama, dan salah satu orang tuanya juga anak pertama dalam keluarga. Jika ada ‘formasi’ semacam ini, masyarakat Jawa percaya bahwa pernikahan tersebut akan mendapat sial dan malapetaka.

4. Posisi rumah berhadapan
Tak hanya urusan anak nomor berapa yang jadi bahan pertimbangan masyarakat Jawa dalam menentukan jodoh, namun juga perkara letak rumahnya. Di Jawa Timur, kepercayaan yang beredar menyebutkan bahwa calon pengantin yang rumahnya tinggal berhadapan dilarang menikah karena bisa mendatangkan masalah di kehidupannya.

Posisi rumah kedua calon pengantin tidak boleh berhadapan . Jika tetap nekat ingin menikah, maka salah satu rumah harus direnovasi dengan memindah arah hadapan muka rumahnya agar tidak saling bertemu. Solusi lain, salah satu calon bisa diangkat oleh kerabat, sehingga dianggap tidak tinggal di dalam rumah yang posisinya berhadapan. Rumit, ya?

5. Bulan Syuro
Masyarakat Jawa menganggap menikah di bulan Syuro adalah hal yang pantang dilakukan. Masyarakat Jawa pantang menggelar pernikahan di bulan Syuro atau Muharram karena dipercaya sebagai waktu yang keramat. Tak hanya pernikahan, segala macam hajatan besar lainnya pun tidak boleh dilakukan pada bulan ini karena diyakini bisa mendatangkan musibah bagi keluarga besar.

Itulah mitos-mitos yang telah beredar di masyarakat Jawa sejak dahulu dan diwariskan turun-temurun, meski terkadang bertentangan dengan logika. Jadi, kamu memilih percaya atau tidak?

Tips Menjaga Pernikahan Agar Tetap Harmonis

Penikahan adalah sebuah hubungan sakral yang hanya terjadi satu kali dalam kehidupan seseorang. Menjaga komitmen untuk terus bersama-sama hingga akhir hayat adalah janji suci dari sebuah pernikahan. Semua sisa hidup anda akan dihabiskan bersama dengan pasangan. Untuk itulah, anda harus bisa menjaga ikatan hubungan tersebut agar jangan sampai terjadi pertentangan atau pertengkaran yang bisa membuat sebuah hubungan menjadi memudar dan terpecah menjadi dua.

1. Komunikasi Terbuka
Komunikasi adalah hal terpenting yang harus selalu dijaga agar pernikahan berlangsung dengan baik dan awet. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa komunikasi yang baik diantara pasangan bahkan lebih berarti dibandingkan dengan komitmen, sifat atau pribadi suami istri maupun konflik yang terjadi diantara mereka. Memang pernikahan tidak jauh dari konflik tapi pasangan yang bahagia sebenarnya bukan mereka yang menghindari konflik tapi saling terbuka satu sama lain dan mau berkomunikasi untuk mengatasi konflik tersebut.

2. Olahraga Bersama
Sebuah studi yang dimuat dalam Psychology Today menyebutkan bahwa pasangan yang sering melakukan aktifitas olahraga secara bersama-sama ternyata memiliki hubungan pernikahan yang lebih langgeng daripada mereka yang tidak. Tentunya berolahraga bersama tidak hanya akan membuat pasangan lebih sehat tapi lebih bahagia dan intim. Tidak percaya? Coba saja!

3. Jangan Remehkan Hal Kecil
Mengucapkan terima kasih atau maaf serta kata tolong juga sebenarnya tidak boleh dilupakan meskipun seseorang telah menikah denganmu. Pasangan yang baik tidak meremehkan hal-hal kecil yang dilakukan atau diberikan oleh pasangan karena hal tersebut bisa membuat pasangan merasa dihargai dan hubungan makin langgeng dan bahagia.

4. Menyelesaikan Masalah Bersama
Konflik dalam rumah tangga maupun masalah yang dihadapi seorang suami juga meripakan masalah istri dan sebaliknya. Pasangan yang bahagia biasanya tidak cuek terhadap masalah yang dialami oleh pasangannya dan juga bersikap peduli. Menyelesaikan masalah bersama juga akan sangat membantu dan tentunya membuat pasangan menjadi semakin erat dan dapat mengandalkan satu sama lain.

5. Bekerja Sama Dalam Mengurus Rumah Tangga
Meskipun suami dan istri punya kewajiban masing-masing dalam rumah tangga, tidak ada salahnya jika saling membantu pekerjaan satu sama lain. Suami bisa sesekali membantu istri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan demikian juga istri bisa meringankan beban pekerjaan suami jika ia mampu mengerjakannya. Rumah tangga memang ibarat team work jadi sebisa mungkin lakukanlah hal-hal yang bisa membantu pasangan untuk membantu pekerjaannya.

6. Pergi Liburan Sendiri
Pergi berlibur sejenak bersama pasangan juga bisa membuat hubungan pernikahan semakin erat. Begitu juga dengan bepergian sendiri. Tidak ada salahnya jika suami atau istri sesekali pergi berlibur sendiri atau bersama keluarga lainnya dan tidak bersama pasangan. Hal ini diyakini dapat membuat seseorang lebih bersemangat dan antusias ketika kembali pada pasangannya dirumah. Jadi, jangan larang istri atau suami jika ia ingin berlibur sendiri bersama kolega atau keluarganya, ya!

7. Menjaga Perkataan
Perkataan yang keluar dari lidah memang ibarat pedang yang bisa melukai hati seseorang. Sebaiknya hati-hati berbicara pada pasangan karena jika ia merasa tersinggung maka luka akibat perkataannya itu bisa membuatnya sakit. Tidak hanya itu, menjalani kehidupan yang sederhana tanpa merasa iri dan membanding-bandingkan rumah tangga yang dijalani dengan rumah tangga orang lain yang mungkin terlihat mewah juga akan membuat pernikahan bertahan lama.

8. Bercinta Sesering Mungkin
Pasangan yang bahagia adalah mereka yang bisa bercinta setiap hari bahkan setiap saat. Selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, melakukan hubungan seks bersama pasangan setiap hari bisa membuat hubungan tetap langgeng dan terhindar dari perselingkuhan. Meskipun usiamu dan pasangan bertambah, sebaiknya jangan loyo untuk urusan percintaan yang satu ini.

9. Makan Bersama
Pasangan yang makan dimeja yang sama dan dalam waktu yang sama memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tetap bersama dalam suatu keluarga. Jika kamu dan pasangan sama-sama sibuk setidaknya luangkan waktu untuk makan malam bersama dan sambil berkomunikasi atau tertawa bersama. Selain makan bersama, sesekali melakukan aktifitas memasak bersama juga bisa membuat hubungan suami istri makin seru, lho!

10. Memaklumi Perubahan Fisik
Satu hal yang pasti saat menjaga hubungan diantara suami dan istri adalah memaklumi perubahan fisik satu sama lain. Semakin tua seorang istri mungkin kulitnya akan semakin berkerut atau badannya akan semakin gemuk begitu juga suami. Jadi jangan terlalu memikirkan fisik dan penampilan pasangan, seberapa tua ia katakanlah bahwa ia tetap terlihat cantik atau tampan dan kamu tetap mencintainya.

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Resepsi Pernikahan

Menjelang hari pernikahan memang setiap calon pengantin selalu disibukkan dengan berbagai persiapan. Karena momen pernikahan akan menjadi bagian sejarah hidup seseorang yang tak akan terlupakan. Sehingga bagi setiap pasangan calon pengantin menginginkan semuanya berjalan dengan lancar dan perfect.

Namun karena kesibukkan yang mendalam, biasanya calon pengantin kerap mengalami mood yang nggak stabil.

1. Tidur Cukup
Rasa stress dan gelisah di minggu-minggu menjelang pernikahan dapat mengakibatkan pola tidur jadi terganggu. Biasakan diri untuk masuk ke kamar tidur dan tidur lebih awal, karena berbagai riset kesehatan telah membuktikan bahwa tidur yang cukup akan meningkatkan sistem imun tubuh. Selain itu, Anda juga akan terlihat lebih segar setelah istirahat selama 8 jam.

2. Konsumsi Makanan Sehat
Melakukan diet protein yang memperbanyak asupan konsumsi serat buah dan sayuran tak hanya akan membuat tubuh terlihat langsing, namun melindungi dari sakit. Konsumsi beragam makanan yang mencegah flu seperti jeruk atau apel yang kaya akan kandungan vitamin C.

3. Cuci Tangan
Bakteri berkembang dengan sangat cepat, dan bisa didapatkan dari mana saja seperti kenop pintu, keyboards, pegangan tangga, bahkan layar telepon genggam Anda. Mencuci tangan lima kali sehari dengan sabun dan air terbukti mengurangi kemungkinan sakit hingga 45 persen. Pastikan Anda mencuci selama 20 detik, dan hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

4. Minuman Kesehatan
Di waktu istirahat, atau sembari melaksanakan aktifitas, konsumsi minuman yang baik untuk kesehatan seperti green tea atau teh jahe. Jangan lupa juga untuk menambahkan ritual minuman pagi lemon dan madu yang dapat menjadi antioksidan dan antibakteri bagi tubuh.

5. Coba Suplemen
Walaupun Anda sedang menjalankan diet sehat penuh nutrisi, tak ada salahnya mendorong ketahanan tubuh dengan suplemen yang dapat didapatkan dari apotek di waktu-waktu paling sibuk Anda. Vitamin yang di ekstrak akan memberikan suntikan dosis yang langsung mencukupi kebutuhan kesehatan Anda, menjauhkan dari kemungkinan sakit.

Pentingnya Bulan Madu bagi penganti baru

Pengantin baru seringkali diidentikkan dengan indahnya bulan madu. Banyak anggapan menyebutkan jika bulan madu menjadi momen yang akan sangat sayang untuk dilewatkan. Sebab sebagai pasangan yang baru saja menyandang status halal, rasanya memang membutuhkan waktu untuk dinikmati berdua saja.

Namun, nggak sedikit juga yang beranggapan kalau bulan madu itu buang-buang uang. Apalagi setelah kamu dan pasangan selesai menggelar resepsi pernikahan yang menelan banyak biaya. Eits, tapi jangan buru-buru setuju. Berikut ini beberapa alasan dari pentingnya pergi bulan madu yang mungkin belum kamu tahu. Yuk, disimak!

1. Mempererat Hubungan Emosional dengan pasangan
Sudah pasti bahwa bulan madu bisa mempererat hubungan emosional pada pasangan karena kegiatan bulan madu biasanya hanya dilakukan berdua dengan pasangan saja tanpa mengikutsertakan para kerabat. Itu sebabnya, akan ada ikatan emosional yang lebih intens lagi saat Anda hanya berdua dengan pasangan saja sepanjang hari.

2. Terciptanya Hubungan Harmonis
Bila ikatan emosional suami istri telah terbentuk dengan baik, otomatis hubungan pun semakin terasa harmonis. Kebanyakan perpecahan dalam hubungan rumah tangga terjadi karena buruknya hubungan emosional bersama pasangan. Oleh karena itu, bulan madu sangat berperan untuk meningkatkan hubungan emosional hingga terciptanya hubungan yang harmonis.

3. Melatih Kepekaan Diri Terhadap Pasangan
Saat berbulan madu, tentu Anda dituntut fokus terhadap pasangan Anda tanpa memikirkan hal-hal yang akan menganggu kosentrasi Anda. Semakin intim hubungan saat berbulan madu, semakin peka pulalah Anda terhadap apa yang dirasakan pasangan Anda. Bila selama ini Anda dan pasangan disibukkan dengan berbagai rutinitas yang padat, pasti kepekaan antara keduanya terasa belum maksimal. Bulan madu menjadi cara jitu untuk melatih kepekaan diri Anda terhadap pasangan.

4. Meregangkan Pikiran
Seringkali rutinitas pekerjaan membuat pikiran menjadi tegang. Bila pikiran tegang terus-menerus tentu efeknya sangat tidak baik untuk kesehatan. Berliburlah sejenak! Karena Anda telah memiliki pasangan yang sah, maka aktivitas bulan madu bisa sekalian dijadikan sebagai aktivitas berlibur untuk Anda bersama pasangan. Dijamin, selepas bulan madu berakhir, otak Anda dan pasangan serasa di-refresh kembali!

5. Menyegarkan Tubuh
Saat berbulan madu, rencanakanlah kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik bersama di alam terbuka. Misalnya bersepeda bersama di taman, menyusuri tepian pantai atau jalan santai ke lokasi-lokasi perbukitan. Kegiatan-kegiatan seperti itu tentu tidak Anda dapatkan bila hanya mementingkan rutinitas pekerjaan saja. Nah, sekali-sekali boleh donk berbulan madu sekaligus menyegarkan tubuh bersama pasangan.

6. Mengajarkan Arti Bersyukur
Lho kok bisa manfaat bulan madu mengajarkan cara bersyukur? Oooh tentu saja bisa. Asal tahu saja yah, di dunia ini belum semua orang yang menemukan belahan hatinya dan mereka tidak cukup beruntung bisa merasakan nikmatnya berbulan madu. Sementara Anda telah dipertemukan Tuhan dengan belahan hati yang Anda cintai dalam ikatan suami istri yang sah. Itu artinya Anda wajib menyukurinya. Saat menghabiskan waktu bebulan madu bersama pasangan, Anda akan merasakan betapa beruntungnya diri Anda telah memiliki pasangan untuk meneruskan keturunan dan menghabiskan masa hidup bersama.


Kehidupan Setelah Menikah

Pernikahan tak dapat disangkal sebagai peristiwa sakral yang dapat mengubah hidup seseorang. Namun, pernikahan bukanlah sekedar akhir yang bahagia dalam dongeng. Perrnikahan seringkali memberikan kejutan bagi pasangan pengantin baru. Meski Anda sudah mengenal pasangan beberapa waktu, setelah menikah, tetap saja ada hal-hal yang baru Anda ketahui. Apalagi pernikahan tidak secara otomatis melebur dua pikiran menjadi satu.

Berikut beberapa hal tentang pernikahan yang seharusnya diketahui oleh calon pengantin

1.Menikah itu bukan hal mudah, dan kisahnya tak melulu indah
Satu hal yang pasti akan kamu camkan, bahwa rumah tangga ternyata tak seindah drama Korea ataupun kisah negeri dongeng. Kalau sebelumnya kamu sering menikmati drama-drama di layar kaca yang mengisahkan kehidupan sepasang anak manusia yang pada akhirnya menikah dan hidup dalam sebuah kerajaan yang megah tanpa masalah dan berharap pernikahanmu akan demikian, kamu salah. Pada kenyataannya, menikah itu akan ada banyak konflik. Kamu dan pasangan harus jadi pribadi tangguh dan tak mudah menyerah agar biduk rumah tangga kalian tidak hancur berantakan.

2. Pasca menikah kamu akan tahu lebih dalam tentang makna berbagi
Kamu akan menyadari betapa pentingnya hal yang satu ini, pelajaran berbagi bersama pasangan. Kalau sebelum menikah kamu selalu menghabiskan bonus dari bosmu seorang diri, kini ada seseorang yang juga harus kamu bagi. Kamu tak bisa meminta dimanja dan dituruti oleh suamimu terus-terusan, karena kamu harus saling berbagi dengan saling memberi dan menerima. Hal ini akan membuat pernikahanmu jadi terasa lebih indah dan bermakna.

3. Menikah itu tentang kedewasaan, bagaimana kamu belajar mengalahkan ego
Saat masih lajang, mungkin kamu hanya memikirkan dirimu sendiri. Tapi begitu menikah, kamu harus akrab dengan kata kompromi. Kamu harus belajar mengalahkan egomu sendiri. Kamu harus paham, bahwa mengalah bukanlah perkara gampang, butuh kesabaran tingkat tinggi. Kamu akan terus belajar memikirkan segala sesuatunya lebih jauh lagi. Ketika pasangan sedang emosi, maka kamu yang harus diam, begitu pun sebaliknya. Karena mengalah bukan lagi berarti kalah, tapi masing-masing sudah berpikir bagaimana dampak di masa depan.

4. Meski ternyata mertua tidak seseram di sinetron, tapi kamu jadi rindu keluargamu sendiri
Kalau kamu sering membayangkan betapa galak dan cerewetnya mertuamu nanti, setelah menikah hanyalah sesosok ibu-ibu biasa yang akan kamu dapati. Karena mertua memang selayaknya manusia biasa yang bisa berteman dan bersikap baik dengan siapa saja, termasuk denganmu sebagai menantunya. Mereka juga bisa menyayangi dan menganggap kamu sebagai anaknya sendiri, tapi entah mengapa kamu jadi lebih sering kangen keluargamu. Rasa rindu, ingin pulang kampung, dan bermanja-manja dengan orangtua akan jadi momen yang paling kamu ingat.

5. Kamu akan menemukan tim terbaikmu, segala masalah akan selesai hanya dengan gotong royong
Meski kamu dulu begitu bangga dengan dirimu yang mandiri, kini kamu harus belajar berkolaborasi atau bekerja sama dengan pasangan. Kamu akan mendapati dirimu mampu berbagi tugas dalam hal keuangan, hubungan antar keluarga, kewajiban sehari-hari, dan beragam hal lainnya. Kamu dan dia bukanlah rival, tidak ada masalah mengenai siapa yang bekerja lebih banyak mencari nafkah lebih besar, karena kalian adalah satu tim. Gotong royong akan sangat dibutuhkan karena kamu dan dia akan terus hidup bersama, selamanya.

Nah, itulah kehidupan setelah anda menikah. Menikah tidak seindah bayangan. Tetapi menikah adalah gerbang menuju kehidupan yang sebenarnya. Bagaimana diajarkan untuk tetap komitmen dan menjaga janji yang sudah di ikrarkan.

Pentingnya Mengundang Mantan Kepernikahan Anda

Pernikahan merupaka salah satu momen bahagia yang umumnya hanya terjadi satu kali seumur hidup. Karena begitu spesial, setiap orang pasti ingin memiliki pesta yang meriah dan menggembirakan tanpa adanya gangguan. Salah satu ‘gangguan’ yang banyak mengusik banyak pasangan adalah kehadiran mantan saat pesta pernikahan yang menjadi pro dan kontra.

Ada yang menganggap perlu untuk mengundang mantan, tapi ada juga yang bersikeras untuk memblokir seluruh komunikasi dalam bentuk apa pun salah satunya adalah mengundang ke acara pernikahan. Sebenarnya ada beberapa hal yang wajib jadi pertimbangan kenapa kehadiran mantan di pernikahan itu perlu, tentunya menyesuaikan dengan kondisi saat itu ya! Berikut alasan kenapa harus mengundang mantan kepernikahan. Simak Ya!

1. Dia Orang Yang Penting
Diakui atau tidak, mantan kekasih Anda adalah salah satu orang yang penting bagi hidup Anda. Mungkin sekarang tidak, tetapi apapun yang terjadi pada masa lalu Anda dengannya adalah jembatan yang Anda lalui hingga tiba pada hari yang berbahagia. Tidak ada alasan untuk tidak mengundangnya, orang penting layak mendapat kebahagiaan di hari pernikahan Anda.

2. Dia Mengundang Anda
Mungkin dia yang terlebih dahulu melangsungkan pernikahan dan mengundang Anda. Apakah pada saat itu Anda datang? Datang atau tidak datang, sebaiknya Anda mengundangnya untuk hadir pada pernikahan Anda. Anggap saja hal itu sebagai balasan kebaikan hatinya yang pernah mengundang Anda.

3. Putus Hubungan Percintaan ≠ Putus Pertemanan
Hubungan percintaan Anda gagal dengan sang mantan, bukan berarti Anda bisa melepaskan hubungan pertemanan dengannya. Bila Anda selama ini masih menjalin kontak dengannya, atau sesekali sekedar menanyakan kabar, undang dia. Yakinkan bahwa dia masih menjadi teman Anda.

4. Bukti Tidak Ada Perasaan Khusus
Ini adalah ajang pembuktian kepada pasangan Anda bahwa mantan Anda adalah teman Anda. Tidak ada lagi perasaan suka, tidak ada perasaan akan kembali padanya atau mengenang pahitnya hubungan di masa lalu. Tidak perlu takut bahwa kenangan lama itu akan hadir di tengah kebahagiaan Anda, karena Anda telah memiliki seseorang untuk berjalan bersama tanpa melupakan bahwa ada seseorang yang 'membantu' Anda menemukan seseorang yang duduk satu pelaminan dengan Anda.

5. Menjalin tali silaturahmi
Silaturahmi itu penting bukan hanya ke saudara, tetangga, teman sepermainan tapi juga ke mantan. Selain itu kalau kamu pernah memiliki masa lalu yang buruk bareng si mantan, kamu jadi bisa memperbaikinya lewat silaturahmi. Pastinya enggak enak kan, kalau suatu saat ketemu mantan tapi harus membuang muka karena adanya tembok permusuhan?

6. Memperjelas diri sudah berhasil Move on
Nah, mengundang mantan ke pernikahan juga bisa menandakan kamu itu memang sudah berhasil terlepas dari kisah cinta dengan si mantan. Jadi istri kamu nantinya enggak perlu khawatir kalau kamu kebetulan ketemu mantan baik dalam wilayah kerja atau berpapasan sekadar bertegur sapa. Ini jadi salah satu penjelasan tentang hubungan kamu dengan si mantan yang sudah jauh berbeda.

7. Menunjukan kedewasaan diri
Kedewasaan bukan diraih berdasarkan usia seseorang tapi kedewasaan itu sebenarnya berlandaskan pada bagaimana seseorang dalam bersikap. Mengundang mantan juga merupakan salah satu sikap paling berani dan dewasa, karena enggak semua orang berani untuk melakukan hal tersebut. Kedewasaan diri akan kamu rasakan jika kamu bisa berdamai dengan masa lalu.

8. Mengetahui kamu pernah menyakitinya atau enggak
Jujur pasti banyak dari kalian yang enggak sadar telah menyakiti perasaan seseorang, iya kan? Cara halus untuk mengetahuinya itu bisa dengan mengundang mantan. Kalau mantan kamu memang enggak tersakiti pastinya si mantan bakal tetap hadir tapi jika mantan kamu pernah terlukai pasti pilihannya adalah tidak hadir ke acara pernikahan kamu.

9. Mengenalkan istri kamu ke mantan
Mengundang mantan ke pernikahan kamu tentunya tergantung pada pertimbangan kamu dan pasangan, jangan sampai melangkahi satu sama lain. Niat baik ini juga jangan sampai salah diartikan, makanya kamu perlu menyesuaikan dengan situasi dan karakter mantan kamu ya!

MITOS DAN PANTANG LARANG PERKAWINAN ADAT JAWA

MITOS DAN PANTANG LARANG PERKAWINAN ADAT JAWA. Bagi setiap manusia   p ernikahan merupakan suatu hal yang dianjurkan oleh kepercayaan manus...